Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani
LEBAK-Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak menghentikan sementara pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian pelayanan dilakukan selama masa libur sekolah tahun ajaran 2026–2027. Kebijakan tersebut diberlakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, penghentian operasional tidak hanya dilakukan oleh SPPG yang berada di Kabupaten Lebak. Koordinator Badan Gizi Nasional Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengatakan penghentian layanan merupakan bagian dari kebijakan nasional.
"Penghentian aktivitas pemberian Makan Bergizi Gratis ini dilaksanakan secara nasional, tidak hanya oleh SPPG yang ada di Kabupaten Lebak," kata Asep Royani, Kamis(02/07/2026).
Selama masa penghentian, seluruh penerima manfaat untuk sementara tidak mendapatkan layanan MBG. Penerima manfaat tersebut tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Program juga dihentikan sementara bagi kelompok 3B. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Penghentian layanan hanya bersifat sementara. Pelayanan akan kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai. "Penghentian operasional ini hanya dilakukan selama libur sekolah dan akan kembali aktif ketika proses belajar mengajar dimulai," ujarnya.
Selama masa jeda operasional, setiap dapur SPPG diminta memanfaatkan waktu untuk melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan.pengelola juga diminta melakukan pembenahan fisik dapur.
Pembenahan manajemen operasional juga menjadi bagian dari agenda selama penghentian layanan.
"Setiap dapur SPPG diarahkan melakukan evaluasi kegiatan, pembenahan fisik, serta pembenahan manajemen," ucap Asep.
Di Kabupaten Lebak sendiri terdapat sebanyak 207 dapur SPPG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 dapur menghentikan sementara kegiatan pelayanan MBG. Sementara tujuh dapur lainnya memang sudah tidak beroperasi sejak beberapa waktu sebelum masa libur sekolah dimulai.
Penghentian sementara ini diharapkan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Baik pembenahan internal maupun eksternal diharapkan dapat diselesaikan selama masa libur.
Dengan demikian, seluruh dapur SPPG dapat kembali beroperasi secara optimal saat sekolah kembali aktif. "Kami berharap setelah masa libur berakhir, seluruh dapur SPPG di Kabupaten Lebak dapat kembali memberikan pelayanan tanpa kendala maupun permasalahan," ucap Asep Royani.(Fahdi Khalid)


