Iklan


Jampidsus: Kepemimpinan dan Komunikasi Publik Kunci Kepercayaan Masyarakat dalam Penegakan Hukum

Jejak Informasi News
Jumat, 12 Juni 2026, 19.37.00 WIB Last Updated 2026-06-12T12:37:32Z

 


 JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menegaskan pentingnya kepemimpinan strategis dan kemampuan komunikasi publik sebagai instrumen utama penegakan hukum yang berkeadilan. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan “Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan dan Kemampuan Berbicara di Depan Umum” yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6/26).

 

Acara yang diikuti oleh para Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dari seluruh Indonesia ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk menyelaraskan keberhasilan penanganan perkara dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan.

 

“Keberhasilan penegakan hukum tidak lagi hanya diukur dari berkas perkara atau jumlah aset yang disita. Yang jauh lebih penting adalah kepercayaan masyarakat terhadap komitmen Kejaksaan dalam memberantas korupsi dan menegakkan keadilan,” tegas Febrie dalam arahannya.

 

Menurutnya, penanganan perkara korupsi terutama yang menyentuh hajat hidup orang banyak dan merugikan keuangan negara membutuhkan pemimpin yang tidak hanya andal secara hukum, tetapi juga mampu menjadi wajah institusi yang tegas, humanis, dan berintegritas. 


Para pimpinan kejaksaan di daerah dituntut menjadi garda terdepan yang mencerminkan citra positif lembaga.

 

Secara khusus, Jampidsus menyoroti peran komunikasi publik. Ia menekankan bahwa kemampuan berbicara dan menyampaikan informasi harus dianggap sebagai bagian dari strategi penyidikan, bukan sekadar pelengkap. Pengendalian narasi harus disiapkan sejak awal penanganan kasus, bukan menunggu masalah menjadi polemik di ruang publik.

 

“Saat berbicara kepada media, jangan hanya menggunakan bahasa hukum yang kaku. Sampaikan dampak nyata dari tindak pidana tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami. Jika ada proyek mangkrak atau hak rakyat yang hilang akibat korupsi, jelaskan itu. Masyarakat harus tahu bahwa negara melalui Kejaksaan hadir untuk membela kepentingan mereka,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Febrie juga menggarisbawahi empat elemen utama yang harus dipegang teguh dalam setiap penanganan perkara tindak pidana khusus

 

Perkara yang Tuntas Diselesaikan secara profesional, objektif, dan berbasis alat bukti yang kuat.

Tim yang Solid Memiliki integritas tinggi dan kerja sama yang tidak mudah dipengaruhi pihak luar.

Informasi yang Terstruktur Penyampaian keterangan yang jelas, transparan, dan mendidik publik.

 Kepercayaan yang Meningkat: Mendapatkan dukungan dan legitimasi penuh dari masyarakat atas kinerja yang dilakukan.

 

Melalui pelatihan yang dilengkapi diskusi interaktif, simulasi wawancara media, dan bedah kasus komunikasi krisis bersama para pakar, Jampidsus berharap seluruh jajaran Kejaksaan di daerah semakin percaya diri dan tidak defensif saat berhadapan dengan publik maupun media. Mereka diharapkan mampu menguasai situasi, menyampaikan informasi akurat, memanfaatkan media sosial dengan bijak, serta tetap menjunjung tinggi etika profesi dan hukum.

Komentar

Tampilkan

  • Jampidsus: Kepemimpinan dan Komunikasi Publik Kunci Kepercayaan Masyarakat dalam Penegakan Hukum
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan