Masyarakat Pesisir Lebak Selatan
Kepala Pelaksana Harian(Kalakhar) BPBD Lebak, Sukanta, mengatakan pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi Tsunami di sekolah-sekolah yang ada di pesisir selatan.
"Kita melaksanakan sosialisasi dan edukasi mitigasi Tsunami di SMAN Bayah,"kata Sukanta, Pada Selasa(16/6/26).
Menurut dia pesisir selatan Kabupaten Lebak masuk daerah rawan bencana Tsunami, karena terdapat pertemuan(tumbukan) lempeng di Samudra Hindia, Australia-Benua Asia.
Daerah yang berpotensi rawan bencana tsunami itu antara lain Kecamatan Bayah, Cilograng, Panggarangan, Malingping, Cihara dan Wanasalam.
Oleh karena itu, BPBD Lebak mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pesisir selatan. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyelamatan secara mandiri jika terjadi gelombang tsunami di Samudra Hindia.
Selain itu, BPBD Lebak juga melaksanakan simulasi tsunami hingga menyiapkan sarana prasarana jalur evakuasi, shelter dan sirine.
"Semua kegiatan sosialisasi dan edukasi serta sarana prasarana untuk mengurangi resiko korban jiwa jika terjadi bencana tsunami,"kata Sukanta.
Menurut dia, masyarakat pesisir Selatan harus siap siaga menghadapi bencana tsunami yang diawali gempa megathrust. Apabila terjadi gempa megathrust, maka masyarakat harus cepat melakukan penyelamatan, diantaranya harus memanfaatkan rambu-rambunya jalur evakuasi di delapan titik yakni Kecamatan Baha dua titik, Panggarangan dua titik, Cihara satu titik, Wanasalam dua titik dan Malingping satu titik.
Rambu-rambu jalur evakuasi itu, lanjutnya dinilai lebih efektif untuk menyelamatkan korban ke titik kumpul di perbukitan yang aman dari bencana gelombang tsunami.
Sedangkan untuk Wanasalam, kata dia, bisa memanfaatkan shelter di Desa Muara Binuangeun.
Berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN), kata Sukanta, lebih baik mitigasi bencana tsunami itu dengan memanfaatkan rambu-rambunya jalur evakuasi dan pemasangan sirine dibandingkan sarana infrastruktur Struktural seperti gedung maupun bangunan.
Ia mengatakan, BPBD Lebak menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) menyelenggarakan sekolah lapangan Geofisika agar masyarakat pesisir dapat menyelamatkan diri bila terjadi tsunami dengan berlari keperbukitan melalui jalur evakuasi dan berlindung di shelter.
"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk merawat jalur evaluasi maupun sarana infrastruktur mitigasi lainnya agar berfungsi guna mengurangi resiko kebencanaan,"tutupnya.(Fahdi Khalid).


